Kamis, 29 November 2012

Sungguh...

Pagi ini dengerin lagu2 lawas..membuat pagi ini terasa begitu datar....
Membuat saya bisa berfikir lebih dalam lagi tentang semua hal ini....
Sejenak bisa berfikir jernih tanpa memikirkan hal lain...
Saya ingin diri saya kembali...
Mengenggam semua mimpi dan harapan ini...
Walaupun rasanya dengan dua tangan ini tidak akan pernah cukup..
Bahkan dengan pelukan besar juga tidak akan mampu...
Tapi saya tidak pernah berfikir akan menyerah...
Hanya terlena sejenak saja...
Bukan tanpa apa-apa saya tersadar...
Pandangan rendah itu membuat hati saya robek...
Seperti puing-puing surat cinta yang dirobek didepan mata....
Rasanya tidak ingin marah, tapi kekecewaan pd diri yang mendalam...
Saya tidak bisa berubah secepat kilat...
Saya juga tidak bisa meminta waktu...
Saya hanya bisa bicara, omong kosong mungkin...
Tapi ini sungguh....

Rabu, 28 November 2012

Jalan Itu

       Akhir-akhir ini beberapa prioritas yang sudah ditetapkan bulan lalu kacau balau.tidak ada yang berhasil satupun. hmmmmm membuat akhir bulan ini menjadi galau gak karuan. Saat kaki akan melangkah tiba-tiba begitu banyak batu kerikil ditanah, menghindarinya adalah yang saya lakukan karena saya menyadari kalau saya bertelanjang kaki. Sebenarnya menghadapinya tidak akan mengapa, akan ada rasa sakit bertubi. Tapi entah mengapa kaki ini mempunyai reflek untuk menghindar. Karena terlalu fokus menghindari batu-batu itu sehingga saya melewatkan pemandangan-pemandangan yang indah itu. Membuat saya sampai pada persimpangan terlalu cepat, membuat saya menoleh kebelakang untuk melihat berapa banyak pemandangan yang saya lewatkan. padahal jalan lain terbentang didepan mata. 
      Pada jalan baru ini saya menjadi kebinggungan, melihat kebelakang, maju dengan menghindari kerikil, atau terus maju kedepan tanpa melihat kebelakang dan menghindari kerikil. Semuanya memberikan konsekwensi yang saya sendiri belum memilihnya. Tapi saya percaya apapun yang saya pilih disitulah saya seharusnya berada, mungkin bukan yang terbaik saat ini, setidaknya saya berharap ini adalah yang terbaik.

Rabu, 21 November 2012

Dia menginggatkanku...

       Beberapa hari yang lalu, bertemu teman lama, she is very different now. Lebih bersinar dan ceria. Menjadi lebih terbuka sekarang, menyenangkan. Dia mengingatkan saya saat dulu, seperti seseorang yang menemukan dunianya, begitu bersemangat akan segala sesuatu. Tapi saya tahu betul semua itu hanya sebuah usaha untuk bangkit, menyembunyikan begitu banyak rasa yang terpendam. Hanya mengelabui saja. Semua yang terjadi adalah suatu proses pendewasaan diri, setiap langkah yang kita ambil membuat kita berubah. Setiap perasaan yang terpendam membangun diri kita menjadi berbeda....







Sejauh apapun kita melangkah, kita akan menemukan diri kita berada didalam diri yang sangat berbeda. Semua respon yang kita berikan akan sangat berbeda dari waktu kewaktu hingga kita sampai pada saat kita merasa kita tidak mengenali diri kita. Terus menjadi manusia yang baru atau mencari jejak diri kita yang dulu. Sesuatu yang harus kita pilih. Tidak ada yang benar atau salah, karena kita bukan mencari suatu pembenaran, melainkan mencari sebuah jalan yang sah atau tidaknya bukanlah urusan kita lagi. Bahagia adalah suatu yang kita tuju akhirnya, walaupun kebahagiaan bisa datang dari hal yang kecil, namun tetap saja kita menunggu kebahagiaan yang besar itu. 

Apapun yang kita pilih, selama kesalahan itu bukan dari kita, maka sejenak kita akan mampu memaafkan plihan kita itu. Jadi apapun itu harusnya kita melakukan yang terbaik yang kita mampu, walaupun begitu banyak banyangan keraguan yang ada muncul. Kalau kita mundur mungkin ada bayangan penyesalan yang bertubi-tubi, sementara kalau kita maju terdapat kemungkinan kita akan jatuh kembali. Apa bedanya?, semua pilihan akan menyakitkan. 

Mesin Ketik


Hari gini pake mesin ketik..hehehheh biasanya itu komentar orang-orang ya. Kalau dipikir mungkin kurang efisien, menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Kita diajarin dari SMP buat pake mesin ketik. Ya sekarang juga berguna. Walaupun ujung-ujung jari jadi sakit dan pundak jadi kesel tapi ada makna lain yang bisa kita ambil. Kita diajarkan untuk lebih berhati-hati, meminimalkan semua kesalahan, melatih kita untuk peka dan awas tentang jarak. Mungkin awal-awalnya susah apalagi buat yang gak bisa ngetik pake sepuluh jari, iyah itu saya.hiks.....
Saya salut sama Henry Mill, yang bisa buat mesin ketik ini...idenya dari mana cobak...hehehhehe
Mahalnya sebuah ide, saya sendiri merasakannya, saat saya membutuhkannya dia tidak datang, tapi ketika dia datang dia bahkan tidak mengizinkan saya untuk menolaknya. 
but i love u more nd more....hhehhehehe


Long Weekend...4 hari dan 3x ngeMall....

Long weekend dari hari Kamis, Jum'at, Saptu, Minggu. Hem Semua tujuannya ke Surabaya. huft...jadi anak Mall aaaaa berasanya..hehehheheh but so much fun....hehehhehehe
Hari Kamis sama keluarga ke TP, belanja ma makan-makan ceritanya, Hari Saptu sama Mas Jujur ke TP lagi, makan ma nonton ceritanya, trus yang terakhir ini lebih deket sama keluarga ma Ishal ma Wisnu ke Hipermart Sidoarjo. 


















Minggu, 11 November 2012

Pijet-Pijet

Kalo lag jalan ke Mall biasanya nemuin otlet yang satu ini, hehehehheheh kadang kita disuruh jalan ke warung ajah susahnya minta ampun. tapi kalo di Mall heran sampe lupa waktu kalo lagi jalan-jalan, iya kalo beli-beli ya seneng, la ini cuman liat-liat tok...hahahahhahahaha
Boleh nyobain beberapa alat-alat ini, rasanya c memang kurang maksial, tapi lumayanlah sambil istirahat. 

Kali ini ibu nyobain yag punggung ma kaki, harganya cuman Rp. 10.000,- per 15 menitnya. Dulu pernah nyobain seh, dan bener 15 menit itu lama bed..hehehhehehehhe


My Beloved Ibu ne yang pake hijau, tanpa sengaja kembaran, ibu bajunya saya jilbabnya..hehehhehehehhe
Saya nyobain yang buat telapak kaki, Jangan dibayangin bakal dipijet , ini semacam distrum gt, gremet-gremet kayak kesemutan seh..hehheheheh dan harganya cuman Rp. 5000/15 menit





But over all cape sedikit berkurang....ditambah dengan dua gelas es ini siapa yang g kenyang mana dihabisin sendiri..hahahhahaah sedikit maruk sediki oh ya sedikit............. bisnya ibu dibeliin malah gak mau..hehehhehehe.. sikat dah sikat....... :)



BACK TO POEM


          Dulu sering bgt buat puisi, ya bukan puisi yang ada iramanya aaaa atau aiai, tepatnya puisi bebas hambatan. Iya bebas hambatan soalnya sama skali g terpengaruh apapun, bebas lepas dari semua aturan. Tapi beberapa tahun ini semacam kehilangan daya untuk menuliskan kata-kata yang agak “tidak biasa itu”. Bukan karena kekurangan inspirasi, tapi semua daya dan pikiran tercurahkan bukan kepada diri sendiri tapi kepada orang lain. Membuat saya jatuh dan kehilangan jati diri saya. Saya ingin membangun pribadi saya kembali. Saya akan mencintai diri saya sedalam saya mencintai orang lain. Karena saya tidak pernah tahu sedalam apa orang lain mencintai saya, atau bahkan tidak pernah. Tapi setidaknya masih ada satu orang yang mencintai diri saya, iya diri saya sendiri. Bukan narsisme karena saya tidak memuja atau mengagumi diri saya, saya hanya membuat pertahanan diri agar saya mampu bertahan kedepannya.

Balik lagi ke puisi atau kata-kata yang lagi nyasar..hehehhehe. Sambil menunggu jam pulang kantor beberapa hari yang lalu, menuliskan beberapa kata di kertas sisa yang tertumpuk disudut ruangan. Ini dia :

Kamu bukanlah cahaya yang bersinar…
Kamu bukan juga air yang mengalir…
Kamu bukan juga udara yang berhembus…
Kamu bukan juga tanah yang terbentang…
Kamu bukan juga api yang berkobar…
Kamu bukanlah semua itu…
Kamu adalah Dunia….Duniaku…

            Ingin berkenalan kembali dengan puisi, menjalin persahabatan lagi dengannya. Semoga dia tidak marah dengan saya..hehehehhe karena telah membiarkan dia cukup lama. Puisi selamat datang…….

Senin, 05 November 2012

Tumis Pakis

Pernah makan pakis belum???...ini pertamanya makan pakis dibikin tumis, dan suka suka suka sama pakis. 

Yang diambil cuman daunnya ma batang yang muda, yang batang kerasnya gak usah diikutin.
Ne kebetulan ditumis sama ikan klotok, sejenis ikan asin. 

Bahannya cuman tumis biasa kuk, bawang merah putih, merah, ma cabe. Rasanya recomended bgt deh..sederhana cuman bisa ngabis-ngabisin "Nasi"  hehehhehehhe

Ne bentuknya daun pakis, kalo yang lebih bagus lagi kalo masih nutup daunnya, harganya kalo g slah Rp. 4000,- satu iket. emang untuk ukuran sayur ya lumayan cuman tp kalo inget ne nyarinya dihutan ya g pa2lah....


 Ne bahan pendukungnya, klotoknya dipisahin dulu dari durinya ya...hehehh biar enak makannya....


Ditumis kayak biasa..klotok masuk bis bawang merah ma putih, cabenya terakhir aja biar g terlalu layu...

 ne jadinya...hehehheheh teksturnya itu hampir kayak kangkung, ada krenyes-krenyesnya....Enak bgt.....


slamat mencoba ya


Minggu, 04 November 2012

Unsaid


Kadang kita bermimpi, mengharapkan sesuatu tanpa menyiapkan diri untuk kecewa, terluka, atau terbuang. Karena kadang mimpi lebih indah dan mudah untuk dibayangkan.  Dalam mimpi segala perasaan tercurahkan, dan logika kita buang jauh-jauh. Kita mulai terbelenggu dengan impian-impian yang telah kita rancang sedemikian rupa indahnya. Setiap hari menambahkan sebuah cerita lanjutannya. Sampai pada suatu titik kita merasa ditarik begitu jauh jauh dari mimpikita. Seolah mimpi itu berada di layar TV. Kita tidak mampu untuk menyentuhnya, berteriak sekeras mungkin mimpi itu tidak akan menoleh. Kemudian kita mulai menangis, kita bahkan tidak bermaksud menangis, tapi air mata itu jatuh dengan sendirinya.
Kita mempunyai dua pilihan. Pertama terus menatap sedih mimpi kita itu, dan air mata kita akan terus jatuh dan jatuh. Memandangnya, melihatnya, mengkhawatirkannya, bahkan kita bisa tersenyum sambil menangis. Kita tidak bisa membedakan kesedihan kita dan kebahagiannya. Rasanya sama-sama sakit. Kedua kita bisa merusak mimpi itu, melemparkan vas bunga dan menghancurkan TV itu, hingga kita tidak akan melihat mimpi itu lagi. Mungkin kita akan merindukannya, merindukan mimpi-mimpi itu sampai dada kita menjadi cukup sesak untuk bernafas. Sesaat rasa sakit itu bahkan lebih sakit dari pada memandang mimpi itu di layar TV seumur hidup kita bahkan. Dan sama skali tidak ada jaminan kita akan bahagia setelahnya,mungkin tidak akan pernah. Tapi setidaknya kita akan bertemu kenyataan yang tidak terlalu manis itu, tidak terlalu indah itu, dan akan sangat sulit untuk dijalankan. Tapi kenyataanlah yang membuat kita semakin kuat, karena mimpi hanya melemahkan diri kita, hati kita, dan kesadaran kita. Memilih kenyataan bukan untuk menhindar diri kita untuk terluka, tapi mengembalikan logika kita, kesadaran kita, diri kita yang sebenarnya.