Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2013

Resolusi 2013

Resolusi saya selain menjadi pribadi yang lebih baik dalam segala hal keluarga, pekerjaan, dan cinta......menjadi wanita yang lebih sholeha.... Saya juga berharap menjadi pribadi yang lebih menyenangkan.....

Lebih Sederhana

        Menjadi sederhana itu cukup sulit, seringkali kita mencoba terlihat lebih baik, wah, WOW, dan dll. Manusiawi dan sangatlah wajar. Kejadian beberapa hari ini dan puncaknya adalah kemarin menyadarkan saya akan satu hal yang sebelumnya saya yakinin namun tiba-tiba "kata" itu hilang dan saya mulai kebinggungan.           Ada undangan pernikahan dari seorang teman, dan saya kebinggungan baju apa yang akan saya pakai. humm setelah berfikir keras, saya memutuskan untuk membeli sebuah baju. Hal yang wajar dilakuin seorang wanita kayaknya yah. Saya mencari di salah satu mall, humm keliling-keliling saya sendiri, sementara ibu dan kakak berkelana ditempt lain. Masuk dan keluar dari toko, humm bukannya semakin lega, melihat banyak sekali pilihan, tapi saya semakin gusar. berdiri dan melihat jejeran lantai di mall itu.Tiba-tiba terlintas dikepala  "apakah kamu benar-benar membutuhkannya?" "benar-benar mengingginkannya?" "masih banyak hal lain yang

TPI Brondong Lamongan

Pengalaman pertama ke Tempat pelelangan Ikan, Baru tahu suasana dan sekilas bagaimana sistemnya.  Oh ya sebagai info TPI Brondong ini berjarak sekitar 6 km dari Wisata Bahari Lamongan (WBL). Jadi Klo misal ke WBL buat yang suka makan ikan laut bolehlah mampir kesini, cuman mesti siap2 wadah  dllnya. Disini ternyata ndak cuman ikan segar dari nelayan di Lamongan dan sekitarnya juga ada beberapa ikan yang sudah diawetin. Sekilas kondisinya termasuk bersih, walaupun memang beberapa terdapat kerusakan, wajarlah. Suasananya cukup rame padaha jam menunjukkan pukul 2 siang.  Klo kondisi ikan dan tips memilih,waduh sama skali ndak ngerti alias orang awam, jadi kesana cuman kayak orang liat-liat aja, sama skali tidak membantu...huhuhuhuhu Tapi dimanapun memang kita harus waspada, mau dipasar, dipelelangan ikan, musti di cek lagi kualitas ikannya, dan harga. Smoga klo kesana lagi bisa tambah pinter lagi,,,,hehehehheheheh setidaknya g cuman liat-liat bisa milih,

Ceker Setan Malang, East Java

Dari namanya saja udah serem gt ya, seserem rasanya juga..hehhehehehhe lokasinya ini di Jalan Jakarta Kota Malang. Waktu itu diajakin sama anak-anak setelah gagal makan ketan alun-alun Kota Batu.  Kesan Pertamanya disana itu rame bgt yang beli. Setelah dapet tempat duduk akhirnya si ceker dateng, tapi kita g cuman pesen ceker, juga suwiwi alias sayam ayam. Kalo diliat tu seperti air cabai/sambel yang dikasi sedikit ceker atau sayap. Begitu lahapnya anak-anak makan, bahkan sampe nangis-nangis, minuman 2 liter juga gak mampu menahan. Saya sendiri cuman nybain SATU BUAH CEKER, iyah rasanya itu kuk ya g tahan, hummm udah pengen nangis baru satu ajah. Takjub liat anak-anak yang masih berjuang makan sambel nyel itu..huhuhu saya ngeliat aja udah kenyang rasanya. hum rasanya itu ceker rasa cabe. Tapi ini cocok bgt buat yang suka nyoba2, buat nantang-nantangan. uhm tapi yang jelas saya juga g bakalan ikut. hehehehheheheh.....

One of my World now...

Tanpa melihat apa yang akan terjadi, tidak ingin menduga-duga apapun.... Dunia baru yang sedang dibangun, istilah nya saya sedang merencanakan sebuah kota baru, yang jalan-jalannya penuh dengan kelembutan, bangunannya penuh dengan kekokohan. Setiap bangunannya harus menyediakan RTH sebesar 30 % , memastikan setiap air hujan akan terserap hingga tidak akan pernah kering. Mungkin hanya itu yang terfikir saat ini, selanjutnya pasti akan direncenakan lebih detail sesuai dengan kecenderungan perkembangan kotanya.  Jadi ngelantur kemana2, Orang yang sebelumnya sama skali tidak pernah saya kenal... Dunia baru yang masih saya raba, saya pelajari, dan saya belajar untuk memahaminya...

Batasan

          Semua ada batasnya, siapa yang memberi batasan, untuk apa diberi batasan, kapan saatnya diberi batasan, dimana harusnya kita dibatasi?????? Tanda tanya besar pada hal yang sepele yang cukup menganggu pikiran. Kalau memang dengan tujuan baik, mengapa harus dibatasi, meningkatkan kemampuan harus dibatasi orangnya, siapanya, statusnya???. Sampai sekarang saya jadi tidak terlalu paham. Tapi itulah kenyataan. Saya sempat merasa terbatasi saat melihat kenyataan itu, butuh waktu cukup lama juga saya berfikir untuk keluar dari batasan itu. Biarkan saja mereka terbatasi, saya mungin terlihat terbatasi, tapi saya percaya walaupun orang lain atau apapun itu membatasi kita asalkan kita tidak membatasi diri kita sendiri maka kita masih menjadi manusia yang bebas.... Bebas untuk berfikir, dan bebas untuk belajar, Bebas untuk menjadikan diri kita berkembang lebih jauh kearah yang baik dan benar,,,,,