Lagi-lagi seorang teman menjadi begitu ribut dengan namanya kesendirian.
Dia bertanya sampai kapan terus sendiri, kenapa semua selalu menjauh. Satu
pertanyaan yang saya sendiri tidak tahu bagaimana menjawanya kecuali memintanya
untuk bersabar. Walaupun akan terdengar sangat klise tapi memang seperti itu
adanya. Kemudian semalaman saya akan terbayang dengan pertanyaannya, mulai berpikir atau lebih tepatnya ikut-ikutan
berfikir demikian. Sekilas terlihat sedih. Mungkin akan cukup lama saya
memikirkannya, kemudian saya akan ingat begitu beruntungnya saya. Saya merasa
beruntung, berusaha selalu merasa beruntung dan bersyukur apapun itu. Seperti
seseorang yang sangat kuat, tapi bukan karena itu. Hanya itu yang saya bisa
lakukan, karena saya sangat percaya walaupun semua orang akan melihat buruk
pada saya, melihat begitu kasihannya saya tapi saya yakin Allah SWT tahu yang
terbaik untuk saya. Dan saya tidak ingin Allah murka ataupun marah pada saya.
Karena hanya Allah yang akan selalu ada walaupun saya sendirian. Dan itu sangat
benar, saat kita bercerita pada teman atau siapapun akan nada dua pilihan untuk
menjadi lega atau menjadi lebih khawatir/sedih/lelah. Tapi dengan meletakkan
semua masalah pada Allah SWT kita hanya akan menjadi lebih lega, suatu hal yang
sangat sulit untuk dijelaskan mengapa, tapi memang begitu adanya.
Melahirkan di minggu 41 memang cukup beresiko, pilihannya cuman dua induksi atau sc. Sebelumnya tidak ada yang aneh selama kehamilan. Trimester pertama sukses dijalani dengan aman, ya walaupun mual muntah sampai bikin mewek2 juga. Menjadi sensitif selama hamil adalah hal yang kadang kurang dipahami orang lain padahal ini adalah akibat berubahnya hormon selama kehamilan. Setiap bulan saya memutuskan ke dokter untuk memeriksa kandungan, walaupun ada yang bilang USG bisa mempengaruhi janin. Sempat ketar-ketir juga tapi berkat mbah google saya lebih tenang karena ini tidak sepenuhnya benar. Selama pemeriksaan semuanya normal saja cuman awal2 saja terjadi insiden yang mengarah ke mall praktek yang saya utarakan sebelumnya. Trimester kedua, ini bulan madunya wanita hamil. Badan sudah mulai fit dan bisa menikmati kehamilan dengan nyamannya. Si kakak sudah mulai gerak-gerak didalam perut. M...
Comments
Post a Comment