Jumat, 13 Juli 2012

renungan...

Lagi-lagi seorang teman menjadi begitu ribut dengan namanya kesendirian. Dia bertanya sampai kapan terus sendiri, kenapa semua selalu menjauh. Satu pertanyaan yang saya sendiri tidak tahu bagaimana menjawanya kecuali memintanya untuk bersabar. Walaupun akan terdengar sangat klise tapi memang seperti itu adanya. Kemudian semalaman saya akan terbayang dengan pertanyaannya, mulai  berpikir atau lebih tepatnya ikut-ikutan berfikir demikian. Sekilas terlihat sedih. Mungkin akan cukup lama saya memikirkannya, kemudian saya akan ingat begitu beruntungnya saya. Saya merasa beruntung, berusaha selalu merasa beruntung dan bersyukur apapun itu. Seperti seseorang yang sangat kuat, tapi bukan karena itu. Hanya itu yang saya bisa lakukan, karena saya sangat percaya walaupun semua orang akan melihat buruk pada saya, melihat begitu kasihannya saya tapi saya yakin Allah SWT tahu yang terbaik untuk saya. Dan saya tidak ingin Allah murka ataupun marah pada saya. Karena hanya Allah yang akan selalu ada walaupun saya sendirian. Dan itu sangat benar, saat kita bercerita pada teman atau siapapun akan nada dua pilihan untuk menjadi lega atau menjadi lebih khawatir/sedih/lelah. Tapi dengan meletakkan semua masalah pada Allah SWT kita hanya akan menjadi lebih lega, suatu hal yang sangat sulit untuk dijelaskan mengapa, tapi memang begitu adanya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar