Selasa, 01 Mei 2012

Metode Delphi

Metode Delphi merupakan suatu teknik membuat keputusan yang dibuat oleh suatu kelompok, dimana anggotanya terdiri dari para ahli atas masalah yang akan diputuskan. Proses penetapan Metode Delphi dimulai degan identifikasi masalah yang akan dicari penyelesaiannya (Harold dkk, 1975 : 40-55). Berikut ini merupakan proses Metode Delphi :



Metode Delphi yang mula-mula dikembangkan oleh Rand Corporation untuk keperluan militer, kini banyak digunakan dalam prakiraan teknologi dan banyak  bidang lain (Maassen dan Van Vought, 1984); Uniersity of Washington, 1985). Tujuan metode Delphi adalah untuk mendapatkan konsensus tentang hal-hal yang tidak mempunyai criteria obyektif (University of Washington; 1985 ; Rchel et al, 1985). Metode Delphi pada dasarnya merupakan suatu konperensi jarak jauh dengan menggunakan kuisioner. Menurut maassen dan van Vught (1984) hasil metode Delphi lebih teliti dan tingkat konsensus lebih tinggi daripada hasil pertemuan tatap muka dalam lokakarya. Hal ini disebabkan, karena sementara dalam lokakarya sebuah minoritas yang dominan dapat mendominasi diskusi dan hasil diskusi, dalam metode Delphi ketidaksetujuan justru diperhatikan.
Kesulitas dalam metode Delphi ialah untuk mendapatkan pakar/ahli/anggota panel yang berpengalaman dan menguasai bidang yang diteliti dan memberian kesediaan yang serius untuk menjadi anggota panel. Cara pelaksanaan metode Delphi antara lain sebagai berikut :
1    Memilih anggota tim pemantau yang telah menunjukkan kemampuan komunikasi obyektif. Dalam hal ini biasanya disebut moderator.
2    Memilih pakar/ahli/anggota panel. Evaluasi calon pakar/ahli/anggota panel. Dapat  menggunakan analisis stakeholders (stakeholder mapping) adalah penilaian atas kepentingan (interests), kedekatan kepentingan (importance) tersebut dengan kepentingan pengambil keputusan atau pemrakarsa dan substansi kebijakan yang mau diputuskan, serta tingkat pengaruhnya (influence) pada proses penyusunan kebijakan. Sehingga dapat dipilih pakar/ahli/anggota panel yang benar-benar memahami.  
3    Menghubungi pakar-pakar yang teah ditentukan dengan melakukan pendekatan dan memberikan pengertian serta persetujuan untuk menggunakan metode Delphi.
4   Identifikasi butir-butir dan susunan kuisioner, untuk mempermudah dalam penerapan serta pengolahan kuisioner maka kuisioner dapat menggunakan skala nilai atau dengan menggunakan pilihan.
5    Pengiriman kuisioner, lebih baik moderator memantau langsung pengisian kuisioner, sehingga dapat mengarahkan sehingga maksud dan tujuan dapat lebih mudah tercapai. Seringkali pengisian kuisioner dilakukan oleh asisten pakar/ahli/anggota panel dan bisa berbeda-beda dalam tiap tahapan (kuisiner ke-1, ke-2, ke-3) sehingga hasil kuisioner akan lebih sulit untuk diolah. Pengisian kuisioner membutuhkan waktu yang cukup lama tergantung jumlah pakar/ahli/anggota panel yang dilibatkan.
6    Olah jawaban dan kembangkan kuisioner kedua yang mencakup masukan/pilihan dari para anggota panel. Permasalahn pada kuisioner (ketidaksetujuan) lebih baik ditulis dan dikemukakan untuk mengembangkan konsensus.
7    Pegiriman kuisioner kedua
8    Olah jawaban dan ileterasi berikutnya jika diperlukan, terus dilakukan pengiriman kuisioner dan ileterasi sampai terjadi konsesus.
        Walaupun terlihat sedikit ribet tapi keuntungan dari penggunaan metode Delphi ini terletak pada hasilnya yang lebih teliti, sehingga pengolahan akhirnya akan lebih mudah. Pengolahannya juga dilakukan hanya secara deskriptif saja. Yang membuat metode ini masih jarang dilakukan adalah proses yang dapat berlangsung berkali-kali manakala tidak terjadi konsensus/kesepakatan.


3 komentar:

  1. thanks mbak buat artikelnya. kunjungi juga blog saya yaa di endangsusanti82@blogspot.com

    BalasHapus