Rabu, 23 Mei 2012

Fashion


Fashion, it’s like something must be planned..
Sometimes we try too hard about fashion, because we need more attractive…


Tapi Fashion itu kalao saya ribadi adalah jati diri, jadi bukan keharusan menjadi “musiman” karena fashion it terus berganti. Mungkin klise atau ada yang bakal bilang “cuman orang yang gak bisa ngikutin tren yang ngomong kayak gitu”. Well itu juga bener, saya gak pengin ngikutin pusaran trend fashion yang begitu rumit, kagak ada budgetnya cin. Musti beli baju terbaru, kerudung terbaru, celana terbaru, sepatu/sandal model terbaru, belum lagi aksesorisnya yang segabrek-abrek. Masih banyak yang harus kebeli, beras gula, minyak goreng, lum lagi LPG yang seminggu abis itu (semacam kayak emak-emak lagi pidato yeh..)

Tapi tapi gak bisa dipungkiri kita pengen terlihat lebih cantik dan menarik, apalagi kalau mau pergi kencan, kondangan, reunian, dan banyak acara yang nanti kita gak pengen saltum, g pengen malu-maluin, g pengen minder nantinya (hal yang g enakin bgt dan bisa ngerubah mood dalam kecepatan cahaya…cepet bgt…). Kita sebenernya tahu dan paham betul, hal itu g penting bgt, orang gak selalu liat dari fisik (apa yang dikenakan). Yaaaah walaupun sebagian besar demikian. Cuman lagi-lagi kita terjebak dalam kehidupan sosial yang rumit terutama cewek. “weh dia cantik bgt sekarang”/”weh bajunya itu khan yang dipake artis ini”/”weh gandengannya ganteng bgt, cucok cin” yang semuanya bisa berlaku tebalik “pujian ¹ hinaan”.

Cape bgt………….. tapi inilah hidup, gak bisa kayak cinderella yang bisa disulap jadi cantik sama ibu perinya. Kejauhan kalau kita menganggap dongeng deket sama realita, well kadang kita berpikir hal itu masih mungkin. Suatu saat kita akan terihat cantik luar biasa sampe semua orang akan terpana. Mulai sekarang Hapus..hapus…hapus pikiran macem itu. Ganti sama realita saat ini. Kita liat kepribadian kita, apa yang kita mampu, apa kita bisa. Kita gak perlu kuk menjadi cantik luar biasa, yang penting kita jadi bisa cantik ajah…hehehehhehhehehe


Fashion selain sesuai jati diri, hal yang paling penting kita menyesuaikan diri dengan waktu dan tempat. Cukup itu ajah, jangan pikir pengin lebih jadi ratu sehari ngalahin empunya kondangan atau ratu /raja promnight. Trus pembawaan itu sangat penting, yakinkan diri kita udah tepat, kalau ketemu temen yang mentereng bgt, kita senyum ajah dan jangan mengerutu mending mendoakan diri sendiri “semoga kita bisa menjadi lebih baik besok”. Mensugesti diri kita agar mood kita g ilang dalam kecepatan cahaya, yah ilangnya dalam beberapa jam bolehlah hehehheheh.. 

Oh ya pernah denger “fashion disaster” well kalau saya pribadi g percaya sama hal itu. Ketika kamu menganggap orang lain monster karena penampilannya, saat itu juga kamu adalah monster. Semua orang punya gaya sendiri!!

MTD dulu

Lima tahun di Malang ada 2 kali MTD yang cukup berkesan, 
1. Sama elok, kebayaan sederhana, pinjeman dari mbak kos...hehehehe
2. Sama anak-anak kosan ( mb dambes, tacik, ma tiwi), yang ini pake batik ajah...hehheheh
MTD itu kalo g agak nyentrik gak sedap...hehhehehehheh


ne elok


bersama orang yag tidak dikenal, biasanya gt photo2 sesama pemakai baju jadul...


yang ini ma anak-anak kosan


Batiknya ngambil dirumah, entah punya siapa yang jelas ne dulunya seragam ngajar kalao g Ibuk ya Ayah....






Selasa, 22 Mei 2012

Kerjasama Antar Daerah



Kerjasama antar Pemerintah Daerah menurut Pedoman Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (2009) merupakan bentuk kesepakatan antara gubernur dengan gubernur, atau gubernur dengan bupati/wali kota, atau antara bupati/wali kota dengan bupati/wali kota yang lain, dan atau gubernur, bupati/wali kota dengan pihak ketiga, yang dibuat secara tertulis serta menimbulkan hak dan kewajiban. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kerjasama antar pemerintah daerah di Indonesia. Hal-hal tersebut diatur dalam PP No. 50 Tahun 2007 yang menjadi pedoman daerah dalam bekerjasama dan mengembangkan potensi daerahnya. Poin-poin kerjasama antar pemerintah daerah yang perlu disepakati antar subyek kerjasama (kepala daerah dan/atau pihak ketiga), meliputi hal-hal sebagai berikut:
1.          Subjek kerja sama
2.          Objek kerja sama
3.          Ruang lingkup kerja sama
4.          Hak dan kewajiban para pihak
5.          Jangka waktu kerja sama
6.          Pengakhiran kerja sama
7.          Keadaan memaksa
8.          Penyelesaian perselisihan.
Kesepakatan tersebut harus dituangkan dalam surat perjanjian kerjasama (dapat dalam berbagai bentuk : kesepakatan bersama, perjanjian bersama, dan lain-lain), yang perlu mendapatkan persetujuan dari DPRD. Isu-isu strategis yang berkaitan dengan urgensi kerjasama antar pemerintah daerah (Tarigan, 2009) adalah :
1.          Peningkatan Pelayanan Publik.
2.          Kawasan Perbatasan.
3.          Tata Ruang
4.          Penanggulangan Bencana dan Penanganan Potensi Konflik.
5.          Kemiskinan dan Pengurangan Disparitas Wilayah.
6.          Pemekaran Daerah
Berikut ini merupakan kendala-kendala dalam Kerjasama Antar Daerah (KAD) (Tarigan, 2009):
1.   Belum ada database yang cukup baik mengenai KAD di seluruh Indonesia
2.   Pemerintah daerah masih belum cukup mempertimbangkan KAD sebagai salah satu inovasi dalam penyelenggaraan pembangunan.
3.   Untuk daerah-daerah pemekaran, ada kecenderungan lebih enggan untuk bekerjasama dengan daerah lain, termasuk daerah induk, karena euphoria baru menjadi sebuah daerah otonom.
4.   Di pemerintah pusat sendiri, KAD belum menjadi satu inovasi prioritas untuk  diseminasikan ke daerah. Selama ini KAD biasanya terbentuk atas inisiatif daerah sendiri. Masih sangat kurang fasilitasi atau inisiasi dari pemerintah maupun pemerintah provinsi. Peran pemerintah sampai saat ini baru dalam bentuk penyusunan PP No. 50 Tahun 2007 mengenai tata cara KAD.
Meskipun demikian, terdapat beberapa hal yang bisa menjadi potensi dalam pengembangan Kerjasama Antar Daerah (KAD) kedepan (Tarigan, 2009), yaitu diantaranya:
1.   Kerjasama antar pemerintah daerah biasanya mendapat bobot prioritas paling rendah dari program-program lain dalam bidang revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah. Meski begitu, baik pemerintah daerah maupun instansi di tingkat pusat memperkirakan peningkatan KAD ini, pada masa yang akan datang, dapat menjadi salah satu kunci dalam mengakselerasi pembangunan daerah. Akan tetapi isu KAD biasanya selalu “kalah” dengan isu lain yang sifatnya lebih pragmatik.
2.  KAD dapat menjadi alternatif dari pemekaran daerah untuk peningkatan pelayanan publik maupun pengembangan ekonomi wilayah.
3.  Sebagian besar daerah cenderung tidak terlalu memperhatikan KAD biasanya karena daerah tidak tahu atau tidak menyadari potensi yang bisa dikerjasamakan. Pemerintah Provinsi bisa berperan dalam hal mengkaji potensi-potensi kerjasama tersebut. Database “potensi kerjasama” dapat menjadi instrumen yang penting dalam mendorong kerjasama daerah.
4.  Penguatan peran pemerintah dan pemerintah provinsi dapat dilakukan dalam hal inisiasi, penyusunan sistem/mekanisme insentif, dan diseminasi best practices untuk mendorong peningkatan KAD.
5.  Selama ini sudah banyak model pengembangan ekonomi wilayah yang berbasis pada KAD. Misalnya KAPET, Kawasan Andalan, Kawasan Sentra Produksi, dan sebagainya. Model-model ini dapat “dihidupkan” kembali atau bahkan dimodifikasi untuk sektor-sektor lain.
Sedangkan dalam hal pelayanan publik ada beberapa model kerjasama yang diutarakan ada 5 (lima) bentuk kerjasama yang dapat dilakukan. Model bentuk Kerjasama Antar Daerah (KAD), bentuk-bentuk kerjasama antar Pemerintah Daerah dalam pelayanan publik (Gary D. Tylor dalam Tarigan, 2009) adalah :
1.   Handshake Agreement   Dicirikan oleh tidak adanya dokumen perjanjian kerjasama yang formal. Kerjasama model ini didasarkan pada komitmen dan kepercayaan secara politis antar daerah yang terkait.
2.   Fee for Service Contracts (service agreements). Sistem ini, pada dasarnya adalah satu daerah “menjual” satu bentuk pelayanan publik pada daerah lain.
3.   Joint Agreements (pengusahaan bersama). Model ini, pada dasarnya mensyaratkan adanya partisipasi atau keterlibatan dari daerah-daerah yang terlibat dalam penyediaan atau pengelolaan pelayanan publik. Pemerintah-pemerintah daerah berbagi kepemilikan kontrol, dan tanggung jawab terhadap program.
4.   Jointly-formed authorities (Pembentukan otoritas bersama). Di Indonesia, sistem ini lebih populer dengan sebutan sekretariat bersama. Pemda-pemda yang bersangkutan setuju untuk mendelegasikan kendali, pengelolaan dan tanggung jawab terhadap satu badan yang dibentuk bersama dan biasanya terdiri dari perwakilan dari pemda-pemda yang terkait. Badan ini bisa juga diisi oleh kaum profesional yang dikontrak bersama oleh pemda-pemda yang bersangkutan.
5.   Regional Bodies. Sistem ini bermaksud membentuk satu badan bersama yang menangani isu-isu umum yang lebih besar dari isu lokal satu daerah atau isu-isu kewilayahan.
Agar berhasil melaksanakan kerjasama tersebut dibutuhkan prinsip-prinsip umum sebagaimana terdapat dalam prinsip “good governance” (Edralin, 1997 dalam Keban, 2005). Beberapa prinsip diantara prinsip good governance yang ada dapat dijadikan pedoman dalam melakukan kerjasama antar Pemda yaitu:
1.   Transparansi
2.   Akuntabilitas
3.   Partisipatif
4.   Efisiensi
5.   Efektivitas
6.   Konsensus
 7.   Saling menguntungkan dan memajukan. 

Selasa, 15 Mei 2012

Desa Kunjorowesi

Pengalaman berbeda pas mau ke Desa yang satu ini. sebenernya kesana buat nganterin temen nyebar undangan nikahannya. ada beberapa hal yang menggangu yang ditemukan :
1. Banyak bgt trus besar, jalannya seenaknya, harusnya disebalh kiri, ini dikanan, udah kayak diluar negeri ajah...tapi udah umum buat didaerah situ..
2. Jalannya bergelombang gila, mungkin karena beban muatan trus itu sendiri yang ngangkut pasir dan batu. (jalannya cukup lebar dan paving blok)
3. Banyak ditemuin penambangan pasir, dipanjang jalan..





Fettuccine Tempe Udang

Judulnya kayak keren bgt yah..hehehheheh padahal...enak juga kuk...jangan menghina.....

Kelaperan..... liat kulkas cuman ada tempe ma udang dikit. Puter otak dirak ada Fettuccine yang lum dimasak, liat saos dirumah lengkap ada saos sambel, tomat, saos tiram, kecap asin. yeh kita buat sajalah....
Sebenernya gampang bgt cuman masuk-masukkin ajah, cuman tempe yang rencana sebagai penganti daging, walaupun daging g akan pernah tergantikan yah..hehehheheheh
jati tempenya dipotong kecil-kecil trus digoreng garing...

Buat saosnya g ribet cuman 2 siung bawang putih, saos sambel/tomat, saos tiram, kecap asin, garem & lada, kalau ada dikasih bawang bombai cuman jangan dirajang alus...Udangnya dimasukin bis bawang, trus tempenya terakhir ajah biar teksturnya masih dapet...
Kalo pas ngerebus Fettuccinenya jangn lupa kasih minyak ma garem, dibumbui dikit biar g terlalu hambar...



Pas makannya, awalnya kayak g abis, soalnya Fettuccine itu khan rada tebel ya, jadi berasa kenyang gt kayaknya, tapi ternyata abis juga...
Oh ya rasanya DEWASA bgt, bukan maknyus atau ajib atau bandit...bikin istilah sendiri..hehhehe
boleh dicoba kalo bosen sama mie instan, yang kurang cuman gak ada kejunya....hehhehehehehhe

Make Over Baju

Bosen sama baju yang udah lama, atau pengen beli baju baru tapi g mampu..ea..hehehheheeh
Gimana kalo kita make over ajah, ya sesuatu perubahan yang bisa dilakukan sendiri dan biayanya juga murah bgt, well semua orang juga bisa...
Tapi kita juga musti perhatiin baju yang mau kita rubah, kita udah bener yakin/iklas gak kalo ternyata percobaan kita gagal, well itu sering terjadi loh...
Kalo saya seh baju harus bermerek, bermerek "MURAH" jadi gak masalah kali ya...
Kali ini guide plannya itu g merubah tapi menambah, iyah saya berencana menambah "Renda"
Beli renda tentu ditempat perlengkapan jahit, macem-macem dari warna dan model. ohya ne renda kebetulan harganya Rp. 4500/meter
so kita mulai.......

Ne baju yang mau dibaju yang mau di make over, well keliatan bgt khan dari kainnya..kalo kate orang-orang ne baju MUREEEEEEEE alias murahan, tapi yang penting khan bisa dipake.....iya khan.....

perubahannya....well jadit rendanya di lengan ma bawahnya baju trus disaku kita jadit dikit biar nyambung ma renda yang ada. 


  Ini hasilnya....Gimana...lumayan khan,....kalo kata saya seh g ada ruginya....
SUKSES!!!!

Liburan

       Libur tlah tiba...libur tlah tiba...hore...hore..hore......(itu mungkin buat yang banyak duit yang bisa traveling kemana aja, sesuatu yang g suitable bgt ma saya..hehehehehhehe)
Bagi saya liburan bukan kemana kita pergi tapi seberapa kita menikmati waktu sengang itu. sebagian waktu liburan paling buat nganterin Ibu atau dirumah aja. Kalo dirumah aja barang yang peling penting itu REMOTE TV. kadang bisa lebih berharga dari makanan atau emas kali ya...lebay...
Waktu kecil remote TV itu harta karun yang musti dilindungi, kemana-mana dibawa sampai ke kamar mandi juga dibawa. atau cara kedua di depan semua orang (kakak adek) itu bilang "bijim, seng njupuk untune copot".. udah itu lumayan aman. Namanya juga anak kecil itu g ada yang brani ambil. jadi ratu TV sehari deh itu rasanya berkuasa bgt...I get the world hahahhahaahahhaha
Oh ya yang nyebelin itu kalo kita seharian udah berusaha dapetin ne Remote trus Ayah atau Ibu dateng trus diambil gitu ajah...ya si remote belum juga dikuasai udah berpindah tangan...sedih merana itu..namanya juga anak kecil..hehehhehehehe
Jadi remote TV ne kadang jadi berharga bgt...pernah waktu kecil gara-gara rebutan remote trus marahan ma kakak sampe kabur (kabur...kayak manohara ajah cin ya..hahahahha) ya gt kerumah nenek yang jaraknya lumayan jauh buat ukuran anak kecil, kira-kira 2 km tuh musti naek sepeda beroda tiga mana ngelewatin kali, sawah..jalan yang sepi bgt. Inget bgt tuh pas naek sepeda sambil nyebut bismillah.....sampe nyampe rumah nenek...nekat bgt ya waktu kecil…




Selasa, 01 Mei 2012

Metode Delphi

Metode Delphi merupakan suatu teknik membuat keputusan yang dibuat oleh suatu kelompok, dimana anggotanya terdiri dari para ahli atas masalah yang akan diputuskan. Proses penetapan Metode Delphi dimulai degan identifikasi masalah yang akan dicari penyelesaiannya (Harold dkk, 1975 : 40-55). Berikut ini merupakan proses Metode Delphi :



Metode Delphi yang mula-mula dikembangkan oleh Rand Corporation untuk keperluan militer, kini banyak digunakan dalam prakiraan teknologi dan banyak  bidang lain (Maassen dan Van Vought, 1984); Uniersity of Washington, 1985). Tujuan metode Delphi adalah untuk mendapatkan konsensus tentang hal-hal yang tidak mempunyai criteria obyektif (University of Washington; 1985 ; Rchel et al, 1985). Metode Delphi pada dasarnya merupakan suatu konperensi jarak jauh dengan menggunakan kuisioner. Menurut maassen dan van Vught (1984) hasil metode Delphi lebih teliti dan tingkat konsensus lebih tinggi daripada hasil pertemuan tatap muka dalam lokakarya. Hal ini disebabkan, karena sementara dalam lokakarya sebuah minoritas yang dominan dapat mendominasi diskusi dan hasil diskusi, dalam metode Delphi ketidaksetujuan justru diperhatikan.
Kesulitas dalam metode Delphi ialah untuk mendapatkan pakar/ahli/anggota panel yang berpengalaman dan menguasai bidang yang diteliti dan memberian kesediaan yang serius untuk menjadi anggota panel. Cara pelaksanaan metode Delphi antara lain sebagai berikut :
1    Memilih anggota tim pemantau yang telah menunjukkan kemampuan komunikasi obyektif. Dalam hal ini biasanya disebut moderator.
2    Memilih pakar/ahli/anggota panel. Evaluasi calon pakar/ahli/anggota panel. Dapat  menggunakan analisis stakeholders (stakeholder mapping) adalah penilaian atas kepentingan (interests), kedekatan kepentingan (importance) tersebut dengan kepentingan pengambil keputusan atau pemrakarsa dan substansi kebijakan yang mau diputuskan, serta tingkat pengaruhnya (influence) pada proses penyusunan kebijakan. Sehingga dapat dipilih pakar/ahli/anggota panel yang benar-benar memahami.  
3    Menghubungi pakar-pakar yang teah ditentukan dengan melakukan pendekatan dan memberikan pengertian serta persetujuan untuk menggunakan metode Delphi.
4   Identifikasi butir-butir dan susunan kuisioner, untuk mempermudah dalam penerapan serta pengolahan kuisioner maka kuisioner dapat menggunakan skala nilai atau dengan menggunakan pilihan.
5    Pengiriman kuisioner, lebih baik moderator memantau langsung pengisian kuisioner, sehingga dapat mengarahkan sehingga maksud dan tujuan dapat lebih mudah tercapai. Seringkali pengisian kuisioner dilakukan oleh asisten pakar/ahli/anggota panel dan bisa berbeda-beda dalam tiap tahapan (kuisiner ke-1, ke-2, ke-3) sehingga hasil kuisioner akan lebih sulit untuk diolah. Pengisian kuisioner membutuhkan waktu yang cukup lama tergantung jumlah pakar/ahli/anggota panel yang dilibatkan.
6    Olah jawaban dan kembangkan kuisioner kedua yang mencakup masukan/pilihan dari para anggota panel. Permasalahn pada kuisioner (ketidaksetujuan) lebih baik ditulis dan dikemukakan untuk mengembangkan konsensus.
7    Pegiriman kuisioner kedua
8    Olah jawaban dan ileterasi berikutnya jika diperlukan, terus dilakukan pengiriman kuisioner dan ileterasi sampai terjadi konsesus.
        Walaupun terlihat sedikit ribet tapi keuntungan dari penggunaan metode Delphi ini terletak pada hasilnya yang lebih teliti, sehingga pengolahan akhirnya akan lebih mudah. Pengolahannya juga dilakukan hanya secara deskriptif saja. Yang membuat metode ini masih jarang dilakukan adalah proses yang dapat berlangsung berkali-kali manakala tidak terjadi konsensus/kesepakatan.


Shadow love

Beberapa hari lalu seorang teman mengatakan “aku sayang dengan diam-diam”. Saya jadi teringat dulu saya sering melakukannya, dan 100 % saya tidak mampu berkata atau memang “it’s just shadow love”. Ada beberapa atau mungkin justru banyak, Saya sendiri tidak bisa membedakannya apakah hanya suka atau memang sayang atau cuman ngefans. Tapi saya bisa tersenyum senang atau memasang muka malu atau justru deg-degan pas inget beberapa orang tersebut. Mungkin namanya cinta monyet kali ya. Atau justru itulah saat saya benar-benar menyukai orang ya walaupun akhirnya gak bisa sejalan atau beberapa terlambat.
Biasanya shadow love tu berakhir buruk, iyalah gak diungkapin gimana orang lain bisa tahu. Kembali lagi seorang cew tu punya keterbatasan harga diri buat nyatain perasaannya ke cow, entah masih realistis apa gak di zaman yang kate orang ekonomi globalisasi. Well tergantung cara pandang orang masing-masing ya. Kalo saya seh masih percaya seorang cew harus mempunyai batasan-batasan itu.
Shadow love bakal makin memburuk kalau ternyata orang yang kita demenin lagi deket sama orang lain, ya siap-siap gigit jari deh ya atau cari orang lain buat dijdiin “runoff love” alias pelarian cinta, istilah yang aneh. Saya pribadi gak percaya ada cinta pelarian, karena itu bukanlah sebuah cinta tapi suatu keputus asaan yang bodoh, eiiiits…but sometimes it’s works loh..sure not in me..
Ada ne my shadow love yang masih sedikit berkesan, ini karena saya baru menyadari ternyata saya dulu diperhatiin, well dulu saya emang cuek, berpikir semua cuman becandaan atau something not important gtlah. Tapi saya sudah lelah menunggu dan akhirnya saya memilih untuk menjadikannya teman, suatu tindakan antisipasi agar tidak terluka. Saya baru menyadari kalau kadang hal-hal kecil bisa begitu manis walaupun saat sudah lama terjadi, walaupun semua itu sudah terambat. Saya merasa sedit lega karena dulu saya tidak benar-benar dalam shadow love.
Mungkin beberapa orang bakal mikir G PENTING orang gak “jadi”, seharusnya kamu menyesal dan kata-kata buruk bakal berjejeran. Ehm coba sekali-kali dilihat dari sisi positivnya, ya walaupun yang namanya “G JODOH itu gak bisa dirubah. Berari khan dulu kamu pernah mengalami “saling” suka atau sayang atau apalah, you’r not alone right…itu suatu berkah loh. Well kamu pernah bahagia, dan masih bahagia saat menginggatnya itu juga bagus. Walaupun yang namnya shadow love tu kadang meninggalkan rasa “rindu” yang tiba-tiba muncul. Bukan masalah khan, kamu masih bisa liat fotonya, kemudian katakana “kamu lebih bahagia sekarang dan aku juga bahagia”…tapi jangan diliatin terus, masih banyak hal yang lebih penting dari pada yang namnya “cinta”. Sesekali kamu boleh membuka-buka, file-file dihatimu dan belajar darinya tapi jangan terbenam jauh didalamnya. Ne panduan buat shadow love..hehhehehehe