Jumat, 16 Desember 2011

Pengembangan Kawasan Perbatasan Kabupaten Gresik dengan Kabupaten Lamongan Secara Terpadu

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kawasan perbatasan Kabupaten Gresik dengan Kabupaten Lamongan dari lima variable antara lain karakteristik fisik dasar, karakteristik fisik binaan, transportasi, kependudukan, dan perekonomian, menganalisis permasalahan keterpaduan kebijakan pengembangan kawasan perbatasan dan menyusun konsep kerjasama antar Kabupaten Gresik dengan Lamongan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan evaluatif. Permasalahan Keterpaduan rencana dikaji dengan menggunakan metode  Delphi yang dilakukan dalam tiga kali putaran atau dua kali ileterasi sehingga didapatkan solusi, bentuk, ruang lingkup dan jangka waktu kerjasama pengembangan kawasan perbatasan Kabupaten Gresik dengan Lamongan. Permasalahan keterpaduan perencanaan ini berasal dari perbedaan rencana antara kedua kabupaten, perbedaan rencana dengan kondisi eksisting dan adanya rencana/proyek yang membutuhkan kerjasama antara pemerintah daerah. Konsep kerjasama yang telah didapatkan antara lain Joint Agreements (pengusahaan bersama), Handshake Agreement, dan Fee for Service Contracts (service agreements). Bentuk kerjasama Handshake Agreement digunakan untuk permasalahan keterpaduan perencanaan seperti perbedaan produk rencana seperti perbedaan fungsi kecamatan, penyediaan sarana, dan penyesuaian kebijakan jalan. Bentuk kerjasama Fee for Service Contracts (service agreements) digunakan untuk rencana penggunaan TPA Ujungpangkah sebagai TPA di Kawasan perbatasan dan bentuk kerjasama Joint Agreements (pengusahaan bersama) untuk rencana pembangunan Jalan Tol, angkutan umum, pembangunan Bendung Gerak Sembayat.


METODE PENELITIAN

     Jenis penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian deskriptif evaluatif. Sedangkan untuk metode yang digunakan yakni metode kuantitatif untuk mengetahui karakteriistik dan metode kualitatif untuk menentukan pengembangan kawasan perbatasan. Metode kuantitatif menggunakan instrumen penelitian, analisis data kuantitatif dengan tujuan menguji dugaan yang ditetapkan. Metode kualitatif adalah metode yang digunakan pada kondisi alamiah dengan menggunakan human istrumen (Sugiyono, 2007:8). Variable yang digunakan dalam penelitian ini antara lain :
1)      Untuk mengetahui karekteristik kawasan perbatasan
§  Karakteristik fisik dasar
§  Karakteristik fisik binaan
§  Aksesibilitas
§  Sosial kependudukan
§  Ekonomi
2)      Untuk mengetahui permasalahan keterpaduan kebijakan pengembangan kawasa perbatasan
§  Keterpaduan dan ketidak paduan Kebijakan antara daerah
3)      Menyusun arahan pengembangan kawasan perbatasan
  §Kerjasama antar pemerintah daerah


KESIMPULAN

     Permasalahan keterpaduan perencanaan ini berasal dari perbedaan rencana antara kedua kabupaten, perbedaan rencana dengan kondisi eksisting dan adanya rencana/proyek yang membutuhkan kerjasama antara pemerintah daerah. Konsep kerjasama yang telah didapatkan antara lain Joint Agreements (pengusahaan bersama), Handshake Agreement, dan Fee for Service Contracts (service agreements) sesuai dengan permasalahan keterpaduan perencanaan. Perbedaan produk rencana seperti perbedaan fungsi kecamatan, penyediaan sarana, dan penyesuaian kebijakan jalan menggunakan bentuk kerjasama berupa Handshake Agreement. Permasalahan penggunaan TPA Ujungpangkah sebagai TPA di Kawasan perbatasan menggunakan bentuk kerjasama Fee for Service Contracts (service agreements) serta permasalahan pembangunan jalan Tol, angkutan umum, pembangunan Bendung Gerak Sembayat menggunakan bentuk kerjasama Joint Agreements (pengusahaan bersama)


3 komentar:

  1. mbak.. kalau coppas dr file abstrak skrisspii mbok ya fontnya diganti..
    hihihihi :P

    BalasHapus
  2. iyah masalahnya kuota inetnya cuman sejam...heheheheh jd on the spot...

    BalasHapus
  3. huahahaha... curcol :p
    edit drumah dunk..

    BalasHapus