Rabu, 25 April 2012

Logika dan Perasaan

Saat melihat pasangan yang saling bergandengan tangan, saya kemudian mengandeng tangan saya sendiri kemudian berdoa..” semoga orang yang akan mengenggam tangan saya nantinya, tidak akan pernah melepaskannya..semoga dia adalah orang terbaik yang akan membuat saya menjadi yang terbaik untuknya juga..amin ya Robal Alamin”. Liat drama korea yang berderet di TV membuat saya sadar bahwa cinta yang ada di TV adalah khayalan, ya mungkin karena saya belum pernah merasakan yang seperti itu, cinta yang manis.. dalam kenyataan cinta penuh dengan syarat, penuh dengan harga, penuh dengan kesepakatan.
Saya tidak pernah berfikir akan memahaminya, tidak ada cinta yang apa adanya, yang ada adalah cinta dengan penuh tuntutan dan parahnya semua itu adalah benar. Apa yang kamu punya itulah yang bakal kamu dapetin. Saya bersyukur pernah mengalaminya, membuat saya semakin tidak bersikap “matre”. Smakin menghargai karakter seseorang dan ketulusan dan kepedulian. Ya itu mungkin akan sangat susah didapatin tapi itulah kenyataannya. Saya sampai berpikir apakah nantinya saya akan menikah dengan orang yang saya cintai atau yang mencintai saya, atau malah sebaliknya. Berkompromi dengan dunia sama skali tidak salah, malah lumrah. Tapi saya percaya setiap perjalanan hidup pasti memberikan pengalaman yang berharga, membuat kita tidak akan jatuh berkali-kali.
Saya kalau dalam cinta ibarat seperti “anak bebek”. Anak bebek akan mengikuti induknya kemanapun. Ya seperti itulah, walaupun banyak dalam perjalanannya saya akan melihat kesamping-samping, mendengar suara di kiri atau kanan, saya akan tetap percaya untuk mengikutimu dibelakang. Saya menyadari kalau saya tipe yang bodoh. Banyak yang bilang saya begitu, oleh karena itu saya bersikap hati-hati. Saya benar-benar melihat apakah nantinya saya akan dikecewakan atau tidak. Yah semua kemungkinan pasti ada. Mungkin terkadang sya salah. Tapi saya percaya kita pasti dipertemukan pada saat waktu dan keadaan yang terbaik.

Tapi saya tidak selurus itu. Ya kembali lagi manusia pasti banyak salahnya. Sering penilaian saya salah c ya, melepaskan orang yang berharga adalah salah satunya..relativ c ya penilaian itu memang. “wasting time” pernah benar-benar menohok bgt. Tapi saya bersyukur saya jadi mengerti beberapa hal tentang orang lain. Dan sebenarnya semua orang juga sama, saat saya sudah berpaling maka saya tidak akan kembali lagi, karena pada saat itu saya telah sadar, tidak ada mantra-mantra cinta sehingga saya bisa berfikir dengan logika saya.
Mulai saat ini saya berusaha berfikir secara logika. (sebelumnya saya lebih menggunakan perasaan saya (ya mungkin 60 : 40 /perasaan : logika) tapi sekarang saya akan menggunakan logika (ya mungkin 40 : 60 / perasaan : logika) ). Jadi saya akan tidak menjadi anak bebek lagi…hehehhehehe. Saya ingin menjadi lebih terbuka, setara, menjadi lebih manis untuk yang selanjutnya. Menggunakan semua keahlian saya untuk memberi kebahagiaan..(sebelumnya saya lebih sering diam, karena sangat terbawa perasaan, perasaan menekan jati diri saya kadang-kadang)… 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar