Sabtu, 16 Juni 2012

Strategi Dasar Perancangan Kota


Terdapat tiga strategi perancangan kota (Markus Zahn, 1999) :
1.      Planned Unit Development (PUD)
     Sering disebut cluster-zoning dimana biasa dipakai didaerah suburban, daerah yang belum banyak dibangun. Kawasan tersebut dianggap sebagai salah satu unit besar yang direcanakan/dirancang sekaligus. Kelebihan sistem ini karena lebih banyak ide baru yang tentunya telah disesuaikan dengan peraturan pemerintah baik secara teknis maupun dalam pembangunan kawasan budidaya.
2.      Urban renewal
     Urban renewal atau peremajaan kota biasanya dipakai di pusat kota. Yakni di kawasan terbangun dan tidak dapat dibongkar secara lagsung atau secara keseluruhannya sehingga fokus lebih cenderung pada suatu renovasi kawasan. Dalam peremajaan kota terdapat beberapa pendekatan, antara lain :
·         Pembangunan kembali (redevelopment) atau peremajaan menyeluruh, yakni upaya penataan kembali suatu kawasan kota dengan terlebih dahulu melakukan pembongkaran sarana atau prasarana dari sebagian atau seluruh kawasan kota tersebut.
·         Gentrivikasi (urban infill), yakni upaya peningkatan vitalitas suatu kawasan kota melalui upaya peningkatan kualitas lingkungannya tanpa menimbulkan perubahan yang berarti dari struktur fisik kawasan tersebut.
·         Konservasi yakni upaya untuk memelihara suatu tempat (lahan, kawasan, gedung, atau kelompok gedung beserta lingkungannya) sedemikian rupa sehingga makna (arti sejarah, budaya tradisi, ekologi, dan sebagainya) dari tempat tersebut dapat dipertahankan.
·         Rehabilitasi, yakni upaya untuk mengembalikan kondisi suatu bangunan atau unsur-unsur kawasan kota yang telah mengalami kerusakan, kemunduran, atau degadrasi kepada kondisi aslinya sehingga dapat berfungsi kembali sebagaimana mestinya. Bentuk kegiatan ini banyak dipakai dalam proses gentrivikasi dan konservasi.
·         Preservasi, yakni upaya memelihara dan melestarikan monument, bangunan, atau lingkungan pada kondisinya dan mencegah terjadinya proses kerusakan.
·         Renovasi, yakni upaya untuk mengubah sebagian atau beberapa bagian dari bangunan/komplek tersebut dapat diadaptasikan untuk menampung fungsi baru ataupun fungsi yang sama dengan persyaratan-persyaratan yang sesuai dengan kebutuhan baru/modern. Upaya ini biasanya menyertai upaya konservasi dan gentivikasi suatau bangunan atau lingkungan
·         Restorasi, yakni upaya menghilangkan tambahan-tambahan yang timbul kemudian, serta memasang/megembalikan unsur-unsur semua yang hilang.
·         Rekonstruksi, yakni upaya mengembalikan kondisi atau pembangunan kembali suatu tempat yang rusak parah atau telah hilang sedekat mungkin dengan wujud semula yang diketahui.
3.      Incentive zoning
Istilah insentif secara luas berarti “tambahan penghasilan”.dalam mencapai kualitas perkotaam tertentu dengan sistem biasa tidak mungkin dilaksanakan. Strategi insentive zoning berdasarkan pada sistem “tawar-menawar” karena adanya berbagai prioritas dari pemerintah daerah terhadap suatu kawasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar