Kamis, 28 Juni 2012

tentang IRI


Ada hal-hal yang tidak akan mampu dinalar dengan logika, karena dunia lebih mengejutkan dari pada sms “mama minta pulsa” ( rada g nyambung seh tapi biarin deh, emang masalah buat lo…hehheheheh). Ada beberapa orang yang putus asa dengan cinta atau terlalu bekerja keras untuk cinta. Semua sa sah sah saja. Pengalaman yang sama sekali baru dan sedikit mengejutkan bagi saya pribadi.
Pada suatu sore kebetulan lagi beli apel di Pasar Legi deket rumah. Waktu beli saya kerasa juga seh, ada seorang cow yang ngeliatin dan memperhatikan saya di toko itu. Sampe orang itu nungguin saya selesai belanja (padahal dia udah selesai duluan loh). Well pas saya pulang dia tiba-tiba negor nanyain rumah saya dimana, saya termasuk orang yang g terlalu seneng dengan hal-hal yang demikian itu. Ya pilihan saya adalah “cuek dan berlalu pulang saja”. Sepanjang perjalanan pulang saya ngerasa diikutin, well saya antara takut dan cemas kayak lagi adegan kejar-kejaran di film-film action yang saya jarang tonton itu. Sampai dirumah saya lega bgt, Alhamdulillah bgt aman.
Saya pikir saya udah aman. Beberapa hari kemudian, cow itu dateng kerumah untuk kenalan. Kaget bgt pastinya, sesuatu yang aneh bgt buat saya pribadi. Saya merasa ini terlalu aneh dan berlebihan, walau salah satu temen saya diah merasa ini sangat menyenangkan dan gentle bgt. Perbedaan pemikiran yang sangat mendasar. Sebenernya ne cow tipenya si diah bgt. Diah malah ngiri sama saya, saya binggung juga di titik ini. Saya merasa tidak mungkin ada orang yang merasa iri dengan saya. Apa yang saya punya dimilikin sama semua orang, dan yang saya tidak miliki juga dimiliki sama semua orang. Dunia tidak sesederhana itu ternyata. Saya merasa bersyukur dengan apa yang saya miliki, dan brprasangka baik dengan semua yang tidak saya miliki, mungkin karena saya belum mampu dan pantas mendapatkannya.
Saya merasa mengapa bukan diah saja yang mengalaminya, toh ini sesuatu yang sangat diinginkannya dan sesuatu yang saya sama sekali tidak menyukai hal yang demikian ini. Ya saya putuskan memberikan nomer orang itu ke diah, ya terserah si diah mau memamfaatkannya atau tidak…hehhehehehe. Dan saya yakin Allah tidak memberikan suatu yang “salah alamat”. Memberikan pelajaran yang penting untuk saya. Membuat saya semakin mengerti tentang kita tidak selamanya mendapat apa yang kita inginkan. Karena beberapa hari itu saya merasa sangat iri kepada seseorang. Saya merasa sangat beruntung, karena diingatkan dengan cara-cara yang manis, Alhamdulillah….. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar